Jokowi Diminta Tandatangani Perpres Dana Abadi LSM

Presiden Joko Widodo (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

AKURAT.CO, Program Officer International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) yang juga perwakilan C20, Bona Tua menilai banyak dampak positif dari Peraturan Presiden (Perpres) dana abadi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) juga dapat menjadi kado bagi dunia internasional. Maka sebelum gelaran G20 pada November di Bali, Indonesia perlu segera mengesahkan bakal regulasi itu supaya dapat segera direalisasikan.

“Koalisi menunggu dengan keyakinan penuh bahwa Presiden (Jokowi) akan menandatangani Perpres itu mengingat beliau sangat memahami peran krusial LSM dan masyarakat sipil selama ini. Secara momentum juga akan tepat karena bersamaan dengan G20,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (8/6/2022).

Menurut dia, Indonesia akan semakin sejajar dengan negara maju terutama negara G20, bahwa Indonesia telah memiliki dana pembangunan masyarakat ke dalam/domestik yaitu dana abadi LSM. Di mana sebelumnya Indonesia telah memiliki dana pembangunan untuk internasional yaitu Indonesian AID/LDKPI.

Ia mengatakan urgensi yang paling nyata terkait daya topang kiprah LSM dalam turut serta mengatasi masalah-masalah warga di tengah masih dirasakannya pandemi dan mempersiapkan memasuki era endemi. Jika segera disahkan, Perpres tersebut akan mengakselerasi LSM dalam membantu mengatasi masalah bersama terutama mendampingi masyarakat yang terdampak secara langsung atau penurunan jumlah warga yang masuk kategori kemiskinan paling parah (extreme poverty).

“Pada hal lain, kiprah LSM juga dapat membantu perhatian pemerintah seperti peningkatan indeks demokrasi maupun indeks perilaku anti korupsi/IPK. Peraturan Presiden ini akan menjadi bukti bahwa negara hadir dalam memperkuat demokrasi dan keberdayaan warga,” paparnya.

Bona juga mengatakan Perpes tersebut memiliki implikasi jangka menengah dan panjang yang sangat baik. Dengan keberlangsungan pendanaan dan ketahanan lembaga LSM, diharapkan akan mendorong peran serta LSM dalam menjaga demokrasi kewargaan ke depan.

“Paling dekat LSM menjadi medium menjaga kewarasan Pemilu serentak 2024, misalnya terhadap isme-isme yang berpeluang mengoyak kain kebangsaan seperti primordialisme hingga identitas yang sempit,” tegasnya.[]

Sumber : akurat.co