SEA Youth Summit 2026: Aksi Nyata Pemuda ASEAN untuk Transisi Hijau yang Adil dan Inklusif

Jakarta, 9 Februari 2026 – Lebih dari 100 pemuda dari berbagai negara ASEAN berkumpul dalam SEA Youth Summit 2026 di Aryaduta Menteng, Jakarta. Mengusung tema “Youth Action for Just and Inclusive Green Transition,” forum ini menegaskan bahwa transisi hijau di kawasan harus berkeadilan, inklusif, dan berpusat pada komunitas.

Diselenggarakan oleh ASEAN Youth Forum (AYF) melalui program CO-EVOLVE 2 yang diprakarsai Yayasan Penabulu dengan dukungan Uni Eropa, summit ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan aktivis muda, organisasi masyarakat sipil (OMS), pembuat kebijakan, akademisi, serta mitra pembangunan regional.

Transisi Hijau yang Berkeadilan Sosial

ASEAN memiliki lebih dari 218 juta pemuda, sebuah kekuatan demografis yang menentukan arah masa depan kawasan. Namun, di tengah percepatan agenda transisi energi dan pembangunan rendah karbon, masih terdapat tantangan serius: ketimpangan akses pendanaan iklim, risiko perampasan ruang hidup dalam proyek energi terbarukan, serta menyempitnya ruang sipil bagi komunitas terdampak.

Dalam sambutannya, H.E. Sujiro Seam, Duta Besar Uni Eropa untuk ASEAN, menegaskan urgensi pendekatan yang berorientasi pada keadilan sosial:

“Asia Tenggara tidak lagi berada pada tahap memprediksi krisis iklim; kita sudah hidup di dalamnya. Transisi hijau bukan sekadar tentang teknologi atau pendanaan, melainkan tentang keadilan sosial—memastikan tidak ada komunitas yang tertinggal.”

Pesan ini mempertegas bahwa transisi hijau harus memastikan perlindungan hak asasi manusia, partisipasi bermakna masyarakat, serta penguatan ruang sipil.

Perwakilan Indonesia untuk AICHR, H.E. Anita Ashvini Wahid, menekankan pentingnya partisipasi generasi muda sejak tahap perumusan kebijakan. Sementara itu, Rini Devianti Nasution, Direktur Program Yayasan Penabulu, menyampaikan bahwa generasi muda berperan sebagai katalisator perubahan dan penjaga nurani kolektif dalam memperjuangkan keadilan iklim.

Ruang Dialog dan Kolaborasi Regional

SEA Youth Summit 2026 menghadirkan berbagai sesi strategis, termasuk:

  • Grand ASEAN Youth Town Hall yang membahas tren, tantangan, dan peluang transisi hijau di ASEAN.
  • Diskusi Paralel tentang inklusi sosial dan perlindungan kelompok rentan, serta tantangan pendanaan bagi inisiatif transisi hijau berbasis komunitas.
  • ASEAN Green Youth Hub Exhibition yang menampilkan praktik baik dan inovasi pemuda dari Indonesia dan negara ASEAN lainnya.

Diskusi menyoroti pentingnya kebijakan yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi hijau, tetapi juga menjamin akses energi yang adil, perlindungan sosial, kesetaraan gender, serta hak atas lingkungan hidup yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Forum ini juga menjadi pengingat bahwa transisi hijau bukan sekadar transformasi sistem energi, melainkan perubahan sosial-ekonomi yang menyeluruh—mencakup pekerjaan hijau, pendidikan, tata kelola inklusif, dan keadilan antar generasi.

Komitmen Kolektif Pemuda ASEAN

SEA Youth Summit 2026 ditutup dengan pengesahan SEA Youth Summit Communiqué, sebuah pernyataan kolektif berisi rekomendasi kebijakan dan aspirasi pemuda kepada pemerintah serta institusi ASEAN. Dokumen ini menyerukan:

  • Partisipasi bermakna pemuda dalam proses pengambilan keputusan,
  • Penguatan dan perlindungan ruang sipil,
  • Integrasi hak atas lingkungan hidup yang bersih dan sehat dalam kebijakan transisi energi.

Lebih dari sekadar pertemuan tahunan, SEA Youth Summit 2026 menjadi konsolidasi gerakan pemuda regional untuk memastikan bahwa transisi hijau di ASEAN berjalan secara adil, inklusif, dan berkelanjutan (CO-EVOLVE).